Pendidikan Agama Islam

Visi Program Studi PAI

Pernyataan Visi Program Studi PAI:

Menjadi Program Studi Pendidikan Agama Islam yang ulung dan terbuka dalam kajian dan Riset Keilmuan, Keislaman, serta kebudayaan Borneo Tahun 2025. (Renstra  2015-2019 Program Magister PAI IAIN Pontianak)

  • Ulung dimaknai bahwa Program Studi Pendidikan Agama Islam Mampu Menjaga/Meningkatkan Keunggulan Melalui Penyelenggaraan Pembelajaran Yang Kompetitif Dan Bermutu Dengan Dukungan Sarana Dan Prasarana Serta Sumber Daya Manusia Yang mahir kemampuan akademiknya.

Ulung, indikatornya:

  1. Pada tahun 2020, tersedia 5 (lima) orang dosen yang mengajar di program Magister PAI berasal dari alumni perguruan tinggi Internasional.
  2. Pada tahun 2025 menjadi program studi berstandar ISO 2005: 9001/IWA 3 dan menjadi program studi terakreditasi unggul.
  3. Minimal pada tahun 2025, telah tersedia 75% dosen yang menghasilkan artikel atau buku yang diterbit di jurnal internasional bereputasi.
  • Terbuka maknanya adalah Program Studi Pendidikan Agama Islam Pascasarjana Menjadi Pusat Pengembangan Peradaban Islam di bentangan kawasan Kepulauan Borneo Dalam Dunia Pendidikan.

Terbuka, indikatornya:

  1. Memiliki MoA Internasional dengan 5 (lima) perguruan tinggi unggul di ASEAN;
  2. Pada Tahun 2020 tersedia kerjasama akademik dengan perguruan tinggi Non-Islam untuk program pertukaran dosen dan mahasiswa.
  3. Pada tahun 2023, mahasiswa program Magister IAIN Pontianak memiliki minimal 10% mahasiswa internasional yang berasal dari Negara ASEAN.
  4. Paling lama pada tahun 2024, telah tersedia kelas internasional.

Misi Program Studi PAI

Pernyataan Misi Program Studi adalah:

  • Menyelenggarakan pembelajaran dan Pendidikan Agama Islam dengan pendekatan Inter dan Multidisipliner untuk mengembangkan kajian dan riset Keilmuan, keislaman, serta kebudayaan Borneo.

Indikatornya:

  1. Minimal pada tahun 2020 seluruh perkuliahan sudah menggunakan pembelajaran dengan sistem team teaching yang didukung oleh classroom digital.
  2. Paling lama pada tahun 2020, perkuliahan Dosen sudah dilaksanakan minimal 25% diampu oleh dosen dengan beberapa disiplin ilmu.
  3. Pada tahun 2020, 30% perkuliahan sudah menggunakan sistem pembelajaran multidisipliner dan terintegrasi antarmatakuliah lintas program studi.
  • Menyelenggarakan Kajian dan Riset Keilmuan, Keislaman, Kebudayaan Borneo yang memberikan manfaat bagi Bangsa dan Kemanusiaan.

Indikatornya:

  1. Minimal pada tahun 2023, 40 % hasil riset dan publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa sudah terafiliasi dan diterbitkan di jurnal terakreditasi nasional.
  2. Minimal pada tahun 2025, 20 % hasil riset dan publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa sudah terafiliasi dan diterbitkan di jurnal internasional bereputasi yang terindeks scopus dan yang sejenis.
  3. Minimal pada tahun 2020 seluruh karya akademik dosen dan mahasiswa sudah terdigitalisasi dan mendapatkan sertifikat HaKI serta dapat diakses di jurnal terpublikasi dan bereputasi.
  4. Pada tahun 2024, 40 % dosen telah melakukan penelitian kolaboratif dengan dosen-dosen dari perguruan tinggi unggul di ASEAN.
  • Menyelenggarakan Pengabdian pada Masyarakat Berbasis Kajian dan Riset Keilmuan, Keislaman, Kependidikan serta Kebudayaan Borneo.

Indikatornya:

  1. Pada tahun 2019 Dosen telah melakukan program pengabdian masyarakat berbasis riset.
  2. Minimal pada tahun 2020, ada 75% Dosen yang memiliki manual program pengabdian masyarakat yang telah tersertifikasi dan terdaftar HaKI atau hak paten.
  3. Pada tahun 2023, 50% dosen telah mampu menyediakan minimal 3 (tiga) artikel dan buku berbasis pengabdian yang disesuaikan dengan bidang keilmuannya.
  4. Pada tahun 2025 seluruh dosen (100%) telah terafiliasi pada lembaga asosiasi profesi atau keilmuan nasional dan menjadi pengurus organisasi sosial dan kemasyarakatan.

Rumusan visi dan misi Program Studi PAI Pasacasarjana IAIN Pontianak tercantum di dalam SK Rektor IAIN Pontianak Nomor 176 Tahun 2014 Tentang Visi Dan Misi Pascasarjana Dan Visi Dan Misi Program Studi Pendidikan Agama Islam Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Pontianak dan (Pedoman Kurikulum Pascasarjana IAIN Pontianak Tahun 2016) dan (Renstra 2014-2019 Program Magister PAI IAIN Pontianak).


Tujuan Program Studi PAI

Pernyataan Tujuan Program Studi adalah:

Tujuan umum Program studi Pendidikan Agama Islam Pascasarjana IAIN Pontianak adalah menghasilkan magister pendidikan yang memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Mempunyai kemampuan meningkatkan pelayanan profesi kependidikan dengan jalan penelitian, pengembangan serta partisipasi dalam bidang Pendidikan Agama Islam.

Indikatornya:

  1. Pada tahun 2020, terbentuk jejaring komunikasi dosen dan alumni yang memberikan layanan konsultasi dan up date kemampuan profesional dalam pembelajaran.
  2. Pada tahun 2021, terbentuk jejaring riset hingga ke pelosok daerah di Kalimantan Barat yang telah mampu menghubungkan 60% alumni program studi PAI Pascasarjana IAIN Pontianak untuk melakukan riset kolaboratif untuk kepentingan peningkatan kualitas pembelajaran PAI.
  3. Minimal pada tahun 2024, 75% mahasiswa dan alumni telah menjadi mitra riset, pembuatan bahan ajar dan pelatihan metodologi pembelajaran terbaru.
  • Mempunyai kemampuan mengembangkan penampilan profesionalnya dalam spektrum yang lebih luas, dengan mengaitkan bidang pendidikan Agama Islam dan profesi yang serupa.

Indikatornya:

  1. Minimal pada tahun 2020, 60% mahasiswa dan alumni program Magister PAI telah melakukan perluasan penguasaan materi pembelajaran,
  2. Pada akhir tahun 2022, 35% mahasiswa telah melakukan modernisasi pengelolaan pembelajaran melalui penggunaan strategi, media dan sumber belajar .
  3. Pada tahun 2023 telah dilakukan modernisasi evaluasi pembelajaran.
  • Mempunyai kemampuan merumuskan pendekatan penyelesaian berbagai masalah kemasyarakatan dengan cara ilmiah.

Indikatornya:

  1. Pada akhir tahun 2019, 60% mahasiswa mampu menghasilkan manual pengabdian masyarakat melalui riset kolaboratif dan penulisan tesis untuk layanan masyarakat.
  2. Pada tahun 2019, 30% content tesis berisi problem social based Islamic research yang selanjutnya di-HaKI-kan menjadi buku atau modul pelatihan.
  3. Pada akhir tahun 2022, 40% tesis dan tugas matakuliah outcomes tesis/tugasnya dalam bentuk manual penyelesaian masalah kemasyarakatan yang disusun berdasar riset lapangan  untuk menjawab problem masyarakat.

Tujuan khusus program studi Pendidikan Agama Islam Pascasarjana IAIN pontianak adalah menghasilkan magister pendidikan yang memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Menguasai keislaman, keilmuan, dan kebudayaan Borneo sesuai bidang Pendidikan Agama Islam.
  2. Terampil menerapkan keislaman, keilmuan, dan kebudayaan dalam  bidang pekerjaan kependidikan Islam yang ditekuni.
  3. Mampu mengembangkan kajian dan riset keislaman, keilmuan, dan kebudayaan Borneo sesuai bidang Pendidikan Agama Islam.
  4. Mampu memanfaatkan teknologi dalam menerapkan dan mengembangkan keislaman, keilmuan, dan kebudayaan Borneo dalam bidang pekerjaan kependidikan Islam yang ditekuni.
  5. Memahami, menghargai dan memiliki kemampuan mendesain serta mengembangkan pekerjaan kependidikan Islam yang ditekuni berbasis kearifan dan keunggulan lokal, dengan kualitas nasional, regional dan global.

Indikatornya:

  1. Minimal pada akhir tahun 2019, 50% tesis berkonten Islam Borneo yang berkaitan dengan kajian Pendidikan Agama Islam.
  2. Paling akhir pada tahun 2021, seluruh alumni program magister PAI IAIN Pontianak telah membuat modul atau bahan pembelajaran sesuai dengan bidang studi yang diajarkan di sekolah/madrasah.
  3. Mulai tahun 2019, telah tersedia cluster baru dalam penelitian (jurnal alumni) di IAIN Pontianak dalam bentuk cluster penelitian kolaboratif dosen dan alumni minimal 20% dari total judul yang dibiayai melalui DIPA Pascasarjana IAIN Pontianak.
  4. Mulai tahun 2019, 30% alumni telah mampu mendesain dan menerapkan pembelajaran berbasis e-learning.
  5. Mulai tahun 2020, 30% alumni telah mampu mengkombinasikan materi pembelajaran sesuai dengan kurikulum nasional dengan konten materi kearifan lokal (local content).

Sasaran dan Strategi Pencapaian

Pernyataan Sasaran dan Strategi Pencapaian adalah:

  • Sasaran

Sasaran yang dikembangkan dalam pencapaian proses perkuliahan di program studi PAI Pascasarjana adalah:

  1. Mulai tahun 2019, setiap proses perkuliahan menggunakan classroom digital.
  2. Mulai tahun 2018, setiap kelas tersedia layanan internet untuk kemudahan mengakses konten perkuliahan.
  3. Mulai awal tahun 2019 Untuk menjamin mutu akademik, seluruh materi perkuliahan (bahan perkuliahan dari dosen, tugas mahasiswa, naskah jawaban ujian (Mid test dan UAS) bebas dari plagiarism dan telah lolos uji turnitin plagiarism checker.
  4. Mulai tahun 2019, setiap kelas perkuliahan telah memenuhi prevalensi baku mutu perkuliahan dengan passing grade 40% teori dan 60% praktek dan pengayaan, pendalaman dan perluasan materi perkuliahan.
  5. Mulai tahun 2019, setiap kelas perkuliahan content materi perkuliahannya 50% berasal dan dikembangkan dari hasil riset lapangan.
  6. Pada tahun 2020, telah tersedia perkuliahan yang memberikan option: sebagai perkuliahan kombinasi antara course work, social work, public lecture atau research.

Sasaran yang dikembangkan dalam pencapaian out put perkuliahan di program studi PAI Pascasarjana adalah

  1. Setiap angkatan menghasilkan lulusan Magister PAI yang 60% penulisan tesisnya diterbitkan di jurnal terakreditasi.
  2. Setiap angkatan menghasilkan riset Islamic Studies sebagai produk perkuliahan (matakuliah) yang 75% naskah artikelnya diterbitkan di jurnal bereputasi nasional.
  3. Setiap angkatan menghasilkan 50% mahasiswa magister PAI menjadi pemakalah/pembicara dalam forum seminar nasional dan internasional.
  4. Setiap angkatan menghasilkan 50% lulusan magister PAI yang cakap bahasa Inggris dan Arab.
  5. Setiap angkatan minimal menghasilkan 90% lulusan magister PAI dengan masa studi paling lama 2 (dua) tahun.
  • Strategi

Strategi yang dilakukan untuk mencapai sasaran proses perkuliahan di atas, ditempuh berbagai strategi sebagai berikut:

  1. Untuk mencapai perkuliahan menggunakan classroom digital maka mulai tahun 2019 program studi menganggarkan pengadaan barang dan jasa melalui DIPA pascasarjana untuk menyediakan 50% classroom digital yang dapat diakses secara personal oleh setiap mahasiswa dan dosen dalam setiap ruang perkuliahan.
  2. Untuk mencapai ketersediaan layanan internet yang handal, program studi bekerja sama dengan unit PTID IAIN Pontianak dan Bagian Perencanaan untuk menganggarkan dan menyediakan layanan internet dengan bandwith minimal 10 mpbs untuk menunjang perkuliahan di setiap kelas yang didukung fasilitas internet.
  3. Untuk menjamin penulisan karya ilmiah yang bebas plagiarism program studi menyediakan layanan uji turnitin plagiarism checker di bagian administrasi program pascasarjana IAIN Pontianak yang sudah dimulai sejak 2018 dan mulai tahun 2019 diprogramkan forum FGD pada setiap matakuliah yang dikuliahkan di tingkat mahasiswa minimal sekali sebulan secara terjadual.
  4. Untuk mencapai baku mutu perkuliahan dengan passing grade 40% teori dan 60% praktek, program studi menjalin kerja sama dengan LP2M IAIN Pontianak secara internal dan lembaga lain (eksternal) untuk melakukan program pengabdian masyarakat berbasis riset.
  5. Untuk mencapai perkuliahan content materi perkuliahannya 50% berasal dan dikembangkan dari hasil riset lapangan, program studi berkoordinasi dengan para pengampu matakuliah di program magister untuk mendesain penelitiannya menggunakan desain riset yang dikembangkan dari silabus, RPS, bahan/tema perkuliahan sesuai matakuliah yang diampu dan memperbanyak durasi dan bobot pendanaan riset melalui pengajuan pembiayaan penelitian dari sumber dana DIPA program magister IAIN Pontianak.
  6. Terhitung mulai awal tahun 2019, melakukan MoU dan MoA dengan beberapa instansi seperti PT. Pertamina, PT. Telkom, penerbit nasional dan lokal, bank pemerintah yang menyediakan dana CSR untuk membantu pembiayaan riset, berlangganan internet dengan harga murah, penerbitan hasil-hasil penelitian.

Strategi yang dilakukan untuk pencapaian out put  perkuliahan dilakukan dengan cara:

  1. Untuk menghasilkan lulusan Magister PAI yang 60% penulisan tesisnya diterbitkan di jurnal terakreditasi, program studi merevisi dan memberlakukan pedoman penulisan tesis berstandar internasional library congress paling lama awal tahun 2019 dan membuat pengembangan regulasi untuk penulisan tesis. Minimal merujuk 3 referensi otoritatif sesuai bidang keilmuan dalam setiap halaman tesis. Ketentuan rujukan: 1 referensi berbahasa Indonesia dari naskah penulis asli (bukan sadur) dan 2 referensi berbahasa asing (Arab dan Inggris) dan Mulai tahun 2019 telah dilaksanakan perkuliahan mengacu pada muatan Islamic studiessebagai ciri pembeda program magister PAI Pascasarjana dengan program studi sejenis.
  2. Untuk menghasilkan artikel dari tesis yang diterbitkan di jurnal bereputasi nasional, mulaiawal tahun 2019 program studi membuat regulasi untuk penulisan artikel dan makalah serta tesis minimal merujuk 80% bahan pustaka otoritatif yang berasal dari artikel jurnal bereputasi nasional dan internasional dengan merujuk Mendeley, Elsevier, Springer, J-Store dan portal jurnal lain seperti John Wiley & Sons, APA, Maktabah al-Shamila dan lain-lain.
  3. Untuk menghasilkan 50% mahasiswa magister PAI menjadi pemakalah/pembicara dalam forum seminar nasional dan internasional [salah satu matakuliah semester 3], mulai akhir tahun 2018 membuat regulasi: tema penulisan berbobot issue dan perdebatan internasional, merujuk e-book atau hard copy dan jurnal bereputasi nasional dan internasional ter-up date minimal 5 tahun terakhir.
  4. Untuk menghasilkan 50% lulusan magister PAI yang cakap bahasa Inggris dan Arab, mulai awal tahun 2019 program studi membuat program mengintensifkan bimbingan kursus bahasa asing (Arab dan Inggris) terjadual sekali seminggu selama satu semester yang wajib diikuti mahasiswa yang tidak lulus tes ALPA dan ELPA pada saat tes masuk penerimaan mahasiswa baru.
  5. Untuk menghasilkan 90% lulusan magister PAI dengan masa studi paling lama 2 (dua) tahun, mulai tahun 2019 membentuk konsorsium keilmuan di tingkat Dosen untuk menciptakan academic atmosphere di dalam perkuliahan dan diskusi akademik antarmahasiswa dan dosen minimal dua kali dalam satu semester dan memperbanyak volume dan durasi public lecture yang dipresentasikan oleh para peneliti expert atau dosen bergelar Guru Besar minimal tiga kali dalam satu semester.

Strategi yang dilakukan untuk pencapaian pengabdian pada masyarakat dilakukan dengan cara:

  • Untuk mencapai perkuliahan yang memberikan option: sebagai perkuliahan kombinasi antara course work, public lecture atau research pada tahun 2020.
  • Untuk mencapai perkuliahan yang memberikan option social work, program studi berkolaborasi dengan LP2M IAIN Pontianak untuk memfasilitasi perkuliahan yang bertipologi social work.

Untuk lebih jelas tentang capaian-capaian dalam Sasaran dan Strategi ini, maka program studi PAI menyusun capaian itu dalam beberapa tahapan, berikut timeline pencapaian sasaran dan strategi seperti yang telah diuraikan di atas.

%d bloggers like this: