Pilih Menag dari Militer Adalah Langkah Strategis Presiden Jokowi

25 October 2019
Komentar: 0
Kategori: Berita, Blog, Kolom Direktur
25 October 2019, Komentar: 0
Dr. Misdah, M.Pd
(Direktur Pascasarjana IAIN Pontianak dan Pemerhati Pendidikan)

 Dengan dilantiknya Jenderal (Purn)TNI, Fachrul Razi sebagai Menteri Agama (Menag) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Kabinet Indonesia Maju (KIM) periode 2019-2024, adalah salah satu ikhtiar Presiden Jokowi yang patut untuk diapresiasi oleh segenap lapisan masyarakat.

Langkah yang diambil oleh presiden merupakan salah satu langkah yang sangat strategis jika dikaitkan dengan kondisi dan persoalan-persoalan bangsa saat ini seperti Penanggulangan radikalisme dan terorisme, ekonomi ummat, industri halal dan haji seperti yang telah disampaikan oleh bapak Presiden saat mengumumkan Susunan Kabinet.

 Pro kontra terhadap sebuah pilihan maupun kebijakan  dari seorang pemimpin menurut saya adalah sesuatu yang niscaya artinya itu tidak bisa terhindarkan, mengingat begitu banyak elemen masyarakat yang sudah barang tentu memiliki ekspektasi yang berbeda-beda.

 Tapi satu hal yang harus diketahui bahwa ikhtiar untuk memilih pemimpin tertinggi di lingkungan Kementrian Agama dari kalangan militer ini bukanlah hal yang baru bagi bangsa Indonesia, di era sebelum reformasi kita pernah memiliki Menag dari Militer seperti Alamsjah Ratu Prawiranegara dan Tarmizi Taher.

Yang paling utama harapan kita adalah Kementrian Agama ke depan akan menjadi lebih baik, siapapun pemimpinnya, dari etnis dan kalangan manapun dia berasal, yang penting Menag tersebut adalah orang yang amanah dan tidak memiliki rekam jejak penyalahgunaan wewenang, mampu meningkatkan kepercayaaan masyarakat terkait integritas kepemimpinan, serta mampu menyelenggarakan salah satu dari enam fungsi Kementrian Agama yaitu: perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang keagamaan.

Termasuk di bidang Penyelenggaraan Pendidikan keagamaan dalam hal ini oleh Lembaga-lembaga Pendidikan Islam yang ada di wilayah Kementrian Agama seperti Perguruan Tinggi Keagmaan Islam Negeri di Indonesia (PTKIN) yang memiliki peran strategis seperti Pengarusutamaan Moderasi Beragama di Indonesia dalam upaya menghadapi situasi dan persoalan penting bangsa dan Negara yaitu radikalisme dan terorisme yang telah dan sangat meresahkan masyarakat serta mengancam kedaulatan Negara dan keutuhan NKRI.

Editor: Farli Afif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: