Buku Komodikasi Tatung Singkawang: Sintesa Sakral & Komersial

Karya ini ingin menunjukkan fungsi dan peran ritual Tatung dalam masyarakat Tionghoa Hakka di Singkawang. Sebagai suatu kepercayaan yang diyakini secara turun-temurun, peranan seorang dukun atau yang biasa mereka sebut dengan Tatung1 memiliki kedudukan sentral, terutama dalam ritual-ritual tradisional masyarakat Tionghoa Hakka, seperti tradisi tolak bala atau “bersih desa” untuk mengusir roh jahat yang menyebabkan terjadinya malapetaka pada suatu daerah tertentu. Sebagai seorang yang memiliki kemampuan luar biasa, prestise dan pertahanan seorang Tatung juga diperoleh dari pelayanan penyembuhan, numerologi dan ramalan keberuntungan.

Categories: ,

Description

Karya ini ingin menunjukkan fungsi dan peran ritual Tatung dalam masyarakat Tionghoa Hakka di Singkawang. Sebagai suatu kepercayaan yang diyakini secara turun-temurun, peranan seorang dukun atau yang biasa mereka sebut dengan Tatung1 memiliki kedudukan sentral, terutama dalam ritual-ritual tradisional masyarakat Tionghoa Hakka, seperti tradisi tolak bala atau “bersih desa” untuk mengusir roh jahat yang menyebabkan terjadinya malapetaka pada suatu daerah tertentu. Sebagai seorang yang memiliki kemampuan luar biasa, prestise dan pertahanan seorang Tatung juga diperoleh dari pelayanan penyembuhan, numerologi dan ramalan keberuntungan. Belakangan, tradisi kepercayaan Tionghoa ini mengalami perubahan fungsi dari yang semula sakral menjadi lebih mengarah pada kepentingan ekonomis (komersial) seperti dalam bidang perdagangan dan pariwisata sehingga beberapa bagian masyarakat sangat mengandalkan peran seorang Tatung dalam membantu meningkatkan kemakmuran hidup mereka.

Pada setiap hari ke lima belas tahun baru Imlek, masyakarat Tionghoa Hakka di Singkawang melakukan perayaan Cap Go Meh yang melibatkan para Tatung untuk melakukan tolak bala atau ta cia dengan membersihkan kampung, jalan dan tempat-tempat lainnya dari roh atau makhluk-makhluk jahat yang dapat mengganggu ketentraman masyarakat. Perayaan khas Cap Go Meh di Singkawang tidak terbentuk sebagaimana aslinya dari Cina, tetapi telah melalui proses akulturasi budaya antara orang-orang Tionghoa Hakka dengan masyarakat lokal yang berawal dari perkampungan-perkampungan Tionghoa penambang emas di Monterado sekitar tahun 1770. Melalui proses deteritorialisasi, atau mengaburnya batas-batas ritus dan kebudayaan karena mengalami rekonstruksi terus-menerus, struktur Tatung menjadi sebuah komunitas unik melalui berbagai variasi yang dimilikinya, terutama pada unsur suku, agama, maupun roh leluhur yang dimiliki para Tatung.

Additional information

Spesifikasi

Komodikasi Tatung Singkawang: Sintesa Sakral & Komersial
Dimensi: 160 x 240 mm, Halaman: viii + 356 halaman
Penulis: Samsul Hidayat
Kreatif: Setia Purwado
Terbitan: IAIN Pontianak Press (Anggota IKAPI)
Kerjasama: PERMASIS (Perkumpulan Masyarakat Singkawang dan Sekitarnya)
Cetakan Pertama: Pebruari 2021
ISBN: 978-623-336-012-8

color

Red

size

Large

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Buku Komodikasi Tatung Singkawang: Sintesa Sakral & Komersial”